www.AlvinAdam.com

Berita 24 Papua

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Ketika mantan teroris serukan perdamaian Indonesia

Posted by On 22.03

Ketika mantan teroris serukan perdamaian Indonesia

Facebook Twitter Google+ RSS RSS Login/Daftar

  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Domberai
    • Bomberai
    • Lapago
    • Meepago
    • Mamta
    • Saireri
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan dan Kesehatan
    • Otonomi
    • Nasional & Internasional
    • Lembar Olahraga
    • Jayapura Membangun
    • Infrastruktur
    • Ekonomi, Bisni & Keuangan
    • Seni Budaya
    • Nabire Membangun
    • Pilkada Papua
    • Lingkungan
  • Pasifik
  • Nusa
    • Ibukota
    • Jawa
    • Sumatera
    • Bali & Nusa Tenggara
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Maluku
  • Artikel
    • Indepth
    • Opini
    • Pengalaman
    • Pernik Papua
    • Perempuan & Anak
    • Selepa
  • More
    • Pilihan Editor
    • Surat & Sumbangan Pembaca
    • Advertorial
    • PR Newswire
    • Berita Foto
    • Rilis pers
  • Resources
    • Blog
    • Arsip
    • West Papua Daily
    • Laporan Warga
    • Saya Komen!!!
  • 2013-2016
Show/Hide
  1. Home
  2. Jawa
  3. Ketika mantan teroris serukan perdamaian Indonesia
  • Kamis, 03 Mei 2018 â€" 09:04
  • 66x views
Ketika mantan teroris serukan perdamaian Indonesia Akhirnya saya sadar bahwa agama Islam adalah agama yang mengajarkan perdamaian, bukan permusuhan, dan kekerasan. Pixabay.com (Creative Commons)/Jubi ANTARA [email protected] Editor : Syam Terrajana LipSus Kayu soang asli Papua terancam punah Features | Rabu, 02 Mei 2018 | 21:01 WP Pendulang emas ilegal terus berdatangan ke Korowai Features | Minggu, 29 April 2018 | 17:02 WP DPRP ingin tanah adat diatur untuk perlindungan OAP Features | Minggu, 29 April 2018 | 14:07 WP Kembalikan fungsi hutan Papua Features | Jumat, 27 April 2018 | 14:07 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jember, Jubi - Mantan teroris dan keluarga korban teroris bom Bali sepakat untuk menyerukan perdamaian di Indonesia yang disampaikan dalam bedah buku "La Tay'as" (Jangan Putus Asa): Ibroh dari Kehidupan Teroris dan Korbannya" di aula FISIP Universitas Jember (Unej), Jawa Timur, Senin ( 30/4/2018) .

Buku tersebut karya Direktur AIDA Hasibullah Satrawi dengan menghadirkan narasumber yakni mantan pelaku terorisme Iswanto, Sofyan Tsauri mantan narapidana terorisme yang kini menjadi pakar terorisme, Ni luh Erniwati yang merupakan keluarga korban bom Bali I, dan akademisi Unej Erwin Nur Rifah, serta pembicara kunci Pembina AIDA Farha Ciciek.

"Meskipun kejadian Bom Bali I sudah 16 tahun yang lalu, trauma dan kesedihan itu m asih ada," kata Niluh Erniwati yang merupakan keluarga korban bom Bali I saat menceritakan kisahnya di hadapan mahasiswa FISIP Unej.

Kendati demikian, perempuan yang memiliki dua anak berusia 9 tahun dan 1,5 tahun saat ditinggalkan suaminya yang menjadi korban bom Bali I tersebut sudah memaafkan para pelaku terorisme dan keluarganya.

"Berdasarkan cerita pengalaman pribadi para pelaku terorisme, saya sadar bahwa semua orang pernah berbuat salah dan mereka juga punya kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya," tuturnya.

Bersama Aliansi Indonesia Damai (AIDA), Niluh pun bangkit dan berjuang untuk mengatasi trauma atas tragedi bom Bali I dan menyebarkan bibit perdamaian karena menurutnya kebencian dan kemarahan dapat dikalahkan dengan persahabatan.

Sementara mantan teroris Iswanto yang pernah menjadi komandan kelompok Mujahidin di Poso mengakui telah banyak melakukan kesalahan dengan bergabung dalam kelompok garis keras yang mendokt rinnya menjadi mesin pembunuh.

"Saat menjadi anggota Jamaah Islamiyah, rasa kebencian kepada warga non muslim sengaja ditanamkan kepada anggota, sehingga jihad dan jihad dengan melakukan tindak kekerasan yang selalu diserukan," tuturnya.

Setelah bom Bali I, ia menerima surat dari gurunya Ali Imron untuk keluar dari kelompok radikalisme dan bertobat ke jalan yang benar, sehingga perlahan-lahan ia mulai sadar bahwa Islam tidak mengajarkan kekerasan.

"Akhirnya saya sadar bahwa agama Islam adalah agama yang mengajarkan perdamaian, bukan permusuhan, dan kekerasan. Dalam buku tersebut, saya mengajak para pelaku terorisme dan calon teroris untuk tidak melakukan kekerasan dengan menebar bibit kedamaian," katanya.

Penulis buku "La Tay'as" (Jangan Putus Asa): Ibroh dari Kehidupan Teroris dan Korbannya" Hasibullah Satrawi mengatakan buku tersebut mengajak semua elemen masyarakat untuk mengambil pelajaran berharga ( ibrah) dari interaksi kehidupan mantan teroris dan para korban aksi teror di Indonesia.

"Kisah korban dan mantan pelaku teroris mengandung pelajaran yang wajib diteladani masyarakat, terutama di tengah kondisi di mana provokasi kebencian menyebar secara liar di mana-mana," (*)

loading...
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.

Sebelumnya

Bupati Jayapura: Pedagang harus mendapatkan tempat yang layak

Selanjutnya

Hasil UN di Biak SMA-SMK diumumkan hari ini

Komen Saya

  • Warga Bicara Soal Tiket Pesawat yang Mahal di Papua 26 November 2015 | 11:58 pm
  • Jejak Pasukan Sekutu di Bougainville 23 November 2015 | 11:44 pm
  • 10 Fakta Hiu Karpet Berbintik 23 November 2015 | 11:34 pm
  • Apa Kata Mereka Tentang Kawasan Cagar Alam Cycloop? 19 November 2015 | 11:26 pm

Laporan Warga

Simak Juga MENGKONSUMSI PANGAN LOKAL, MENGUATKAN EKONOMI PEREMPUAN PAPUA
Rabu, 14 Maret 2018 | 22:35
Diproduksi : West Papua Updates (WPU) West Papua Solidarity For EARTHQUAKE DISASTER IN NEW GUINEA
Rabu, 14 Maret 2018 | 22:31
Diproduksi : West Papua UPdates Tiga Lembaga Publik yang paling sering dilaporkan Masyarakat Papua ke Ombudsman
Rabu, 14 Maret 2018 | 22:18
Diproduksi : West Papua Updates (WPU) Kegiatan Pelatihan Ombusmen Provinsi Papua di Jayapura
Rabu, 14 Maret 2018 | 22:14
Diproduksi : West Papua Updates (WPU) Peresmian Pasar Mama Papua
Minggu, 11 Maret 2018 | 19:32
Diproduksi : West Papua Updates Aksi Penanaman 500 Pohon oleh Mahasiswa STFT GKI I.S.Kijne Jayapura, Papua.
Minggu, 11 Maret 2018 | 19:22
Diproduksi : West Papua Updates, WPU ‹ › Terkini
  • Sosialisasi diabaikan, pemilik ulayat dikorbankan

    Koran Jubi â€" Kamis, 03 Mei 2018 | 09:40 WP
  • Siapa penembak Geri Goo?

    Koran Jubi â€" Kamis, 03 Mei 2018 | 09:22 WP
  • Hasil UN di Biak SMA-SMK diumumkan hari ini

    Saireri â€" Kamis, 03 Mei 2018 | 09:14 WP
  • Ketika mantan teroris serukan perdamaian Indonesia

    Jawa â€" Kamis, 03 Mei 2018 | 09:04 WP
  • Bupati Jayapura: Pedagang harus mendapatkan tempat yang layak

    Jayapura Membangun â€" Kamis, 03 Mei 2018 | 09:01 WP
  • Aceh Barat ekspor aksesoris berbahan Eceng gondok

    Sumatera â€" Kamis, 03 Mei 2018 | 08:59 WP
  • Komnas HAM RI Bersama dengan INFID Menyelenggarakan Lokalatih Kabupaten/Kota HAM di Bali

    Rilis Pers â€" Kamis, 03 Mei 2018 | 06:47 WP
  • Kabel optik Sarmi-Biak tertimpa reruntuhan gunung bawah laut

    Advertorial â€" Kamis, 03 Mei 2018 | 05:49 WP
  • Pekerja diminta tidak bermental pengemis

    Jayapura M embangun â€" Rabu, 02 Mei 2018 | 22:34 WP
  • BPS mulai laksanakan SUTAS 2018

    Ekonomi â€" Rabu, 02 Mei 2018 | 22:31 WP
Populer Bukan Tiongkok, negara ini adalah ancaman terbesar Pasifik dan Melanesia Pasifik |â€" Selasa, 24 April 2018 WP | 5987x views Kunjungan diplomat Kepulauan Solomon ke West Papua dikritik rakyatnya sendiri Nasional & Internasional |â€" Kamis, 26 April 2018 WP | 4941x views OPM TPN-PB : Militer Indonesia melewati batas hukum kemanusiaan Polhukam |â€" Jumat, 27 April 2018 WP | 4855x views Pemprov Papua siap berdialog dengan ULMWP dan KNPB Nasional & Internasional |â€" Kamis, 26 April 2018 WP | 4125x views KNPB : Dialog dan propaganda Indonesia sudah kami buang jauh-jauh Nasional & Internasional |â€" Sabtu, 28 April 2018 WP | 2729x views STOP PRESS
  • Apakah rakyat Papua Nugini akan lenyap akibat makan pinang?

    Selasa, 17 Oktober 2017 | 07:31 WP
  • 7 Tempat Liburan Paling Ngehits di Indonesia. Mana Favoritmu?

    Rabu, 29 Maret 2017 | 15:40 WP
  • Studi: kehidupan terancam, level oksigen jatuh 2% dalam 50 tahun

    Minggu, 19 Februari 2017 | 14:11 WP
  • Inilah 8 temuan jurnalis Indonesia tentang Kebebasan Pers di Papua

    Minggu, 05 Februari 2017 | 10:43 WP
  • Raja Ampat dapat saingan baru?

    Senin, 26 Desember 2016 | 05:40 WP
  • Index »
Teras Lampung Ekuatorial Berita Lingkungan DeGorontalo Kabar Kota Berita Bali Kalteng Pos News Balikpapan Suara Kendari Kabar Selebes Suara Papua Cahaya Papua Aceh Traffic Aceh Baru Ranah Minang Merdeka Radio New Zealand International Solomon Star Vanuatu Daily PINA Islands Business Fiji Times Maori TV Post Courier Dedicated for West Papua | From Sorong to Samarai Property of PT Jujur Bicara Papua Search Engine Submission - AddMeSumber: Google News | Berita 24 Papua

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »