www.AlvinAdam.com

Berita 24 Papua

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Upper Papua Akan Dijadikan Jalur Penerbangan Internasional

Posted by On 03.24

Upper Papua Akan Dijadikan Jalur Penerbangan Internasional

General Manager AirNav Indonesia Cabang Utama Makassar Air Traffic Service Center (MATSC), Novy Pantaryanto memperlihatkan ruang kontrol lalulintas udara Upper Papua di kantornya, Rabu (4/4/2018).KOMPAS.com/Hendra Cipto General Manager AirNav Indonesia Cabang Utama Makassar Air Traffic Service Center (MATSC), Novy Pantaryanto memperlihatkan ruang kontrol lalulintas udara Upper Papua di kantornya, Rabu (4/4/2018).

MAKASSAR, KOMPAS.com - AirNav Indonesia Cabang Utama Makassar Air Traffic Service Center (MATSC) telah memetakan Upper Papua sebagai jalur penerbangan internasional.

General Manager Airnav Cabang Utama Makassar Air Traffic Service Center (MATSC) Novy Pantaryanto mengungkapkan, jalur penerbangan internasional pada upper Papua lebih efektif ketimbang jalur yang sekarang digunakan.

Selama ini, penerbangan internasional harus transit di Filipina jika pesawat hendak ke Indonesia.

"Selama ini kan jalur penerbangan internasional tidak tertata dan selalu melewati ruang udara Filipina. Jadi harus transit dan penerbangan selalu delay 3 sampai 4 jam. Jika penerbangan internasional sudah lewat upper Papua, penerbangan internasional diyakini tidak akan delay lagi," tuturnya, Rabu (4/4/2018).

(Baca juga : Sepeda Motor Bekas Amien Rais Dijual Rp 40 Juta )

Novy menjelaskan, melalui jalur upper Papua memang lebih jauh jaraknya ketimbang jalur lurus yang melintasi Filipina. Tapi dari segi waktu, penerbangan lebih efisien dan tidak memakan waktu lama.

"Jalur penerbangan internasional lewat upper Papua sudah disepakati ole h Jepang, China, dan Amerika. Mereka lebih memilih melingkar sedikit, ketimbang lewat di atas Filipina," bebernya.

Novy menurutkan, penerbangan internasional yang kini lewat upper Papua sekitar 200-an per hari. Ditambah dengan domestik sekitar 500-an, sehingga penerbangan di upper Pupua mencapai 800-an per hari.

"Ya penerbangan internasional yang lewat di upper Papua sekitar 30 persen dan 70 persen lagi penerbangan domestik. Upper Papua ini merupakan pelayanan peningkatan keselematan penerbangan dan peningkatan komunikasi dari kami," tambahnya.

(Baca juga : First Travel Masih Berutang Rp 300 Juta ke Vendor Handling Bandara )

Diketahui, AirNav Indonesia Cabang Utama Makassar Air Traffic Service Center (MATSC) dibagi tiga ruang wilayah udara di bagian timur Indonesia. Pembagian wilayah udara ini, lantaran lalu lintas penerbangan sangat padat.

Dulunya ruang udara di bawah naungan MATSC ada 6 upper. Namun dilakukan pen ambahan tiga upper, sehingga kini menjadi 9 upper.

"Karena lalu lintas udara sangat padat, sehingga ada 1 upper yakni upper Ujung dibagi menjadi tiga upper. Upper yang dibagi tiga yakni upper Papua, Ambon, dan upper Manado. Jadi total sekarang ada 9 upper yang dulunya ditangani 6 upper," sebut Novy.

Pemecahan upper Papua, upper Ambon, dan upper Manado, sudah dilakukan uji coba sejak 2017 lalu. Pemecahan upper ini untuk meningkatkan pelayanan dari segi komunikasi dan peningkatan keselamatan penerbangan.

"Dengan pembagian upper restrukturisasi atau penataan ulang ruang udara di kawasan timur Indonesia, dapat mengurangi kesibukan di ruang udara. Dimana, pilot merasa nyaman dengan pembagian upper ini," tuturnya.

Pengoptimalan tiga upper baru ini, lanjut Novy, akan dilakukan pada September atau November 2018. Namun sejumlah pesawat sudah melakukan uji coba di tiga upper baru tersebut.

"Kita sudah bahas pembagian tiga upper ba ru di Kementerian Perhubungan dan Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional (IATA). Saat masih bernama Upper Ujung Is, ruang udara di kawasan timur dilalui sekitar 200 penerbangan internasional serta 500 penerbangan domestik setiap hari," bebernya.

Novy menambahkan, restrukturisasi ruang udara ini sejalan dengan program strategis pemerintahan Presiden Joko Widodo. Yakni peningkatan layanan navigasi penerbangan di kawasan timur Indonesia khususnya Papua.

Kompas TV Ditengah kritik infrastruktur yang diberikan oleh pemerintah, salah satunya proyek Bandara Internasional Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.



Berita Terkait

Staf Bandara Bangkok Tepergok Mencuri Uang Milik Turis AS

Pedagang Sekitar Bandara NYIA Keluhkan Omzet Jeblok

Tingkatkan Potensi Wisata, Bandara di Malang Akan Layani Rute Luar Negeri

Abdul Halim Diusulkan Jadi Nama Bandara Kertajati

Terkini Lainnya

300.000 Pemilih di Jabar Belum Melakukan Perekaman e-KTP

300.000 Pemilih di Jabar Belum Melakukan Perekaman e-KTP

Regional 05/04/2018, 17:20 WIB Erick Thohir: Wiswa Atlet Kemayoran Langkahi Olimpiade Rio

Erick Thohir: Wiswa Atlet Kemayoran Langkahi Olimpiade Rio

Nasional 05/04/2018, 17:15 WIB Polres Bekasi Kota Perketat Pengawasan Miras Oplosan

Polres Bekasi Kota Perketat Pengawasan Miras Oplosan

Megapolitan 05/04/2018, 17:02 WIB Membegal di 15 TKP, Kelompok Pelajar di Bandung Ditangkap

Membegal di 15 TKP, Kelompok Pelajar di Bandung Ditangkap

Regional 05/04/2018, 17:01 WIB Persaingan Bisnis, Pengusaha ini Buang Tinja dan Kencingi Sup Rival

Persaingan Bisnis, Pengusaha ini Buang Tinja dan Kencingi Sup Rival

Internasional 05/04/2018, 17:00 WIB Sandiaga Minta Perbedaan RPTRA dan Taman Maju Bersama Tak Diributkan

Sandiaga Minta Perbedaan RPTRA dan Taman Maju Bersama Tak Diributkan

Megapolitan 05/04/2018, 16:56 WIB Faktor Jokowi atau Restu SBY-Cak Imin, Siapa Kuat di Pilkada Sumut?

Faktor Jokowi atau Restu SBY-Cak Imin, Siapa Kuat di Pilkada Sumut?

Regional 05/04/2018, 16:52 WIB Ratna Sarumpaet Berencana Somasi Dishub DKI

Ratna Sarumpaet Berencana Somasi Dishub DKI

Megapolitan 05/04/2018, 16:42 WIB Sandiaga Minta Warga Tak Lagi Konsumsi Miras Oplosan

Sandiaga Minta Warga Tak Lagi Konsumsi Miras Oplosan

Megapolitan 05/04/2018, 16:41 WIB Bus Rombongan Wisata SMA 2 Magelang Tabrak Truk, 1 Tewas, 4 Luka

Bus Rombongan Wisata SMA 2 Magelang Tabrak Truk, 1 Tewas, 4 Luka

Regional 05/04/2018, 16:34 WIB Kapolda Metro Jaya Bentuk Tim Khusus Tangani Kasus Miras Oplosan

Kapolda Metro Jaya Bentuk Tim Khusus Tangani Kasus Miras Oplosan

Megapolitan 05/04/2018, 16:24 WIB Bakamla Ingin Pencemaran Laut    oleh Tumpahan Minyak Jadi Pelanggaran Berat

Bakamla Ingin Pencemaran Laut oleh Tumpahan Minyak Jadi Pelanggaran Berat

Nasional 05/04/2018, 16:21 WIB Jumat, KPK Lantik Direktur Penuntutan dan Deputi Penindakan

Jumat, KPK Lantik Direktur Penuntutan dan Deputi Penindakan

Nasional 05/04/2018, 16:19 WIB Tata Kelola Keamanan Laut Harus Utamakan Sinergitas

Tata Kelola Keamanan Laut Harus Utamakan Sinergitas

Nasional 05/04/2018, 16:15 WIB Gigit Kepala Ayam Hidup hingga Putus, Siswa SMA di AS    Ditahan

Gigit Kepala Ayam Hidup hingga Putus, Siswa SMA di AS Ditahan

Internasional 05/04/2018, 16:10 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Papua

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »