www.AlvinAdam.com

Berita 24 Papua

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Mimbar bebas ramaikan peringatan aneksasi Papua ke Indonesia

Posted by On 10.24

Mimbar bebas ramaikan peringatan aneksasi Papua ke Indonesia

Facebook Twitter Google+ RSS RSS Login/Daftar

  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Domberai
    • Bomberai
    • Lapago
    • Meepago
    • Mamta
    • Saireri
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan dan Kesehatan
    • Otonomi
    • Nasional & Internasional
    • Lembar Olahraga
    • Jayapura Membangun
    • Infrastruktur
    • Ekonomi, Bisni & Keuangan
    • Seni Budaya
    • Nabire Membangun
    • Pilkada Papua
    • Lingkungan
  • Pasifik
  • Nusa
    • Ibukota
    • Jawa
    • Sumatera
    • Bali & Nusa Tenggara
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Maluku
  • Artikel
    • Indepth
    • Opini
    • Pengalaman
    • Pernik Papua
    • Perempuan & Anak
    • Selepa
  • More
    • Pilihan Editor
    • Surat & Sumbangan Pembaca
    • Advertorial
    • PR Newswire
    • Berita Foto
    • Rilis pers
  • Resources
    • Blog
    • Arsip
    • West Papua Daily
    • Laporan Warga
    • Saya Komen!!!
  • 2013-2016
Show/Hide
  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Mimbar bebas ramaikan peringatan aneksasi Papua ke Indonesia
  • Senin, 30 April 2018 â€" 19:06
  • 236x views
Mimbar bebas ramaikan peringatan aneksasi Papua ke Indonesia Momentum yang terjadi pada 1963 itu diperingati oleh orang Papua yang mer asa ditipu oleh pemerintah Indonesia. Yusak Pakage saat jumpa pers di Prima Garden Abepura â€" Jubi/David Sobolim. David Sobolim [email protected] Editor : Edi Faisol LipSus Pendulang emas ilegal terus berdatangan ke Korowai Features | Minggu, 29 April 2018 | 17:02 WP DPRP ingin tanah adat diatur untuk perlindungan OAP Features | Minggu, 29 April 2018 | 14:07 WP Kembalikan fungsi hutan Papua Features | Jumat, 27 April 2018 | 14:07 WP Naomi Selan: Keluarga penyebab remaja Papua salah langkah Features | Senin, 23 April 2018 | 14:10 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi. com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Mimbar bebas dan diskusi rakyat sengaja digelar untuk memperingati aneksasi Papua ke Indonesia, bertepatan 1 Mei. Momentum yang terjadi pada 1963 itu diperingati oleh orang Papua yang merasa ditipu oleh pemerintah Indonesia.

“Setiap manusia punya hak untuk hidup dan berekperesi yang di atur oleh undang-undang,“ kata Sekretaris mantan tahanan politik, Yusak Pagake, kepada wartawan di di prima Garden Abepura Jayapura, Senin, (30/4/2018)

Ia menyebutkan kasus pembunuhan yang dilakukan oleh militer terhadap masyarakat lokal di Papua sangat banyak. Salah satunya di wilayah Meepago y ang tercatat pada tahun 2014 bulan Desember, juga penembakan yang dilakukan terhada pelajar pada 1 Agustus 2017 serta kasus-kasus baru pada 6 April 2018 belum lama ini.

“Yang sampai saat ini kasus tersebut belum diselesaikan penegak hukum di Indonesia,” kata Pagake menjelaskan.

Menurut dia, momentum aneksasi atau atau penggabungan memasukkan suatu wilayah ke dalam unit politik ke dalam negara yang dilakukan pemerintah Indonesia lewat penentuan pendapat rakyat (PEPERA) sebagai paksaan terhadap orang asli Papua.

Mimbar bebas dan diskusi terkait hari aneksasi sangat penting dilakukan sebagai orang Papua yang dipaksakan oleh Indonesia. Pagake menjelaskan setelah Papua bergabung dengan Indonesia justru banyak rakyat setempat dibunuh semena-mena.

Ironisnya perlakuan itu sampai saat ini belum juga diberi hukum, dan dibiarkan begitu saja, padahal itu masuk dalam pelangggaran HAM.

Tercatat Pagke keluar dari tahanan pada tahun 2011, sel ama delapan tahun usai lepas dari tahanan ia hanya mengikuti politik yang dimainkan oleh permerintah yang banyak melakukan pelanggaran.(*)

loading...
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.

Sebelumnya

Pegiat perdamaian bahas Islam transnasional dan perdamaian Papua

Selanjutnya

Komen Saya

  • Warga Bicara Soal Tiket Pesawat yang Mahal di Papua 26 November 2015 | 11:58 pm
  • Jejak Pasukan Sekutu di Bougainville 23 November 2015 | 11:44 pm
  • 10 Fakta Hiu Karpet Berbintik 23 November 2015 | 11:34 pm
  • Apa Kata Mereka Tentang Kawasan Cagar Alam Cycloop? 19 November 2015 | 11:26 pm

Laporan Warga

Simak Juga MENGKONSUMSI PANGAN LOKAL, MENGUATKAN EKONOMI PEREMPUAN PAPUA
Rabu, 14 Maret 2018 | 22:35
Diproduksi : West Papua Updates (WPU) West Papua Solidarity For EARTHQUAKE DISASTER IN NEW GUINEA
Rabu, 14 Maret 2018 | 22:31
Diproduksi : West Papua UPdates Tiga Lembaga Publik yang paling sering dilaporkan Masyarakat Papua ke Ombudsman
Rabu, 14 Maret 2018 | 22:18
Diproduksi : West Papua Updates (WPU) Kegiatan Pelatihan Ombusmen Provinsi Papua di Jayapura
Rabu, 14 Maret 2018 | 22:14
Diproduksi : West Papua Updates (WPU) Peresmian Pasar Mama Papua
Minggu, 11 Maret 2018 | 19:32
Diproduksi : West Papua Updates Aksi Penanaman 500 Pohon oleh Mahasiswa STFT GKI I.S.Kijne Jayapura, Papua.
Minggu, 11 Maret 2018 | 19:22
Diproduksi : West Papua Updates, WPU ‹ › Terkini
  • Gobay mendesak OAP menjadi subyek pengelolaan SDA

    Polhukam â€" Senin, 30 April 2018 | 21:50 WP
  • Asskab Puja desak Liga Tig a harus dilaksanakan

    Lembar Olahraga â€" Senin, 30 April 2018 | 19:50 WP
  • Mimbar bebas ramaikan peringatan aneksasi Papua ke Indonesia

    Nasional & Internasional â€" Senin, 30 April 2018 | 19:06 WP
  • Kabupaten kota diminta siapkan peternak handal

    Otonomi â€" Senin, 30 April 2018 | 18:44 WP
  • Papua berharap program rumah MBR tepat sasaran

    Otonomi â€" Senin, 30 April 2018 | 18:35 WP
  • Akan diberlakukan si stem giliran berjualan di Pasar Pharaa

    Jayapura Membangun â€" Senin, 30 April 2018 | 18:31 WP
  • Dinkes Papua siap deteksi potensi KLB

    Penkes â€" Senin, 30 April 2018 | 18:30 WP
  • Seribu lebih ASN Pemprov Papua tak ikut apel rutin

    Otonomi â€" Senin, 30 April 2018 | 18:29 WP
  • Badan keuangan Papua diminta bayar TPP

    Otonomi â€" Senin, 30 April 2018 | 18:24 WP
  • 2019 JKN-KPS siap integrasi, ini solusi Dinkes Pa pua

    Penkes â€" Senin, 30 April 2018 | 18:10 WP
Populer Untuk apa, mantan Panglima GAM minta dukungan Papua? Lembar Olahraga |â€" Minggu, 22 April 2018 WP | 10842x views Bukan Tiongkok, negara ini adalah ancaman terbesar Pasifik dan Melanesia Pasifik |â€" Selasa, 24 April 2018 WP | 5444x views Kunjungan diplomat Kepulauan Solomon ke West Papua dikritik rakyatnya sendiri Nasional & Internasional |â€" Kamis, 26 April 2018 WP | 4479x views OPM TPN-PB : Militer Indonesia melewati batas hukum kemanusiaan Polhukam |â€" Jumat, 27 April 2018 WP | 4046x views PBB : Papua adalah contoh luar biasa darurat pangan saat ini Berita Papua |â€" Jumat, 20 Apr il 2018 WP | 3894x views STOP PRESS
  • Apakah rakyat Papua Nugini akan lenyap akibat makan pinang?

    Selasa, 17 Oktober 2017 | 07:31 WP
  • 7 Tempat Liburan Paling Ngehits di Indonesia. Mana Favoritmu?

    Rabu, 29 Maret 2017 | 15:40 WP
  • Studi: kehidupan terancam, level oksigen jatuh 2% dalam 50 tahun

    Minggu, 19 Februari 2017 | 14:11 WP
  • Inilah 8 temuan jurnalis Indonesia tentang Kebebasan Pers di Papua

    Minggu, 05 Februari 2017 | 10:43 WP
  • Raja Ampat dapat saingan baru?

    Senin, 26 Desember 2016 | 05:40 WP
  • Index »
Teras Lampung Ekuatorial Berita Lingkungan DeGorontalo Kabar Kota Berita Bali Kalteng Pos News Balikpapan Suara Kendari Kabar Selebes Suara Papua Cahaya Papua Aceh Traffic Aceh Baru Ranah Minang Merdeka Radio New Zealand International Solomon Star Vanuatu Daily PINA Islands Business Fiji Times Maori TV Post Courier Dedicated for West Papua | From Sorong to Samarai Property of PT Jujur Bicara Papua Search Engine Submission - AddMeSumber: Google News | Berita 24 Papua

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »