www.AlvinAdam.com

Berita 24 Papua

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Aparat Indonesia tembak dua pemuda di Dogiyai, satu kritis

Posted by On 23.00

Aparat Indonesia tembak dua pemuda di Dogiyai, satu kritis

Salah satu korban penembakan aparat kepolisian di Dogiyai. (IST/SP)
Salah satu korban penembakan aparat kepolisian di Dogiyai. (IST/SP)

DOGIYAI, suarapapua.com â€" Aparat kepolisian Republik Indonesia kembali melakukan penembakan terhadap masyarakat sipil Papua, pada Jumat (6/4/2018) malam, di kampung Mauwa, Kabupaten Dogiyai, Papua.

Dikabarkan dua pemuda yang menjadi korban peluruh panas bernama Geri Goo dan Rudi Auwe. Geri Goo tertembak di punggung belakang atas lurus dada dan Paha. Rudi Auwe di kaki kanan.

Benny Goo, tokoh pemuda Dogiyai, dari TKP melaporkan, Rudi Auwe yang tertembak di ka ki kanan berhasil melarikan diri, sedangkan Geri Goo jatuh ditempat.

“Setelah Geri jatuh, aparat menyeret dia diatas jalan aspal. Kaki, tangan dan punggung dia tergores,” ucap Benny, kepada suarapapua.com, melalui pesan Facebook, sabtu (6/4/2018).

Dikatakan, kini kondisi Geri Goo kritis sehingga telah dibawah ke Nabire untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut setelah sebelumnya dirujuk dokter puskesmas Dogiyai.

“Dokter di Puskesmas Moane bilang peluru yang tertembak di punggung Geri terkena pembuluh darah dekat paru-paru maka harus di operasi untuk keluarkan peluru. Karena itu,malam itu juga sekitar pukul 12.00, aparat polisi bawah turun Geri ke Nabire,” lanjut dia.

Terkait penembakan dari keterangan aparat keamanan, Benny mengatakan, terpaksa melakukan penembakan karena warga melakukan perlawanan.

“Ada seorang warga Mauwa bernama Alifin datang lapor kalau barangnya telah dicuri. Setelah kami (Polisi) sampai di Mauwa ada beberapa pemuda mabuk, kami suruh pemuda-pemuda itu bubar dengan tembakan peringatan tapi karena mereka malas tahu dan melawan akhirnya kami tembak,” kata Benny meniruh penjelasan pihak polisi.

Namun menurut Benny, insiden penembakan tersebut sengaja diciptakan aparat keamanan.

“Dari analisis saya sesuai kronologi, kejadiannya telah diseting. Pakai isu miras dan pencuri Polisi sengaja melakukan penembakan. Polisi bagi tugas, ada yang stand bye di mobil, ada yang buang gas air mata dan ada yang menembak. Saya duga yang menembak ini pake dua mobil biasa yang pura-pura ke Enarotali. Karena setelah korban tertembak, mobil ini balik dari gunung Odedimi bergabung dengan tim gabungan di TKP, ” tutur dia.

Pewarta: Stevanus Yogi

Sumber: Google News | Berita 24 Papua

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »