www.AlvinAdam.com

Berita 24 Papua

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Saat Jokowi Ngobrol dengan Mahasiswa Papua di Wellington

Posted by On 06.40

Saat Jokowi Ngobrol dengan Mahasiswa Papua di Wellington

Saat Jokowi Ngobrol dengan Mahasiswa Papua di Wellington

Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Wellington, Selandia Baru telah berlangsung seminggu lalu

Saat Jokowi Ngobrol dengan Mahasiswa Papua di WellingtonISTIMEWAPresiden Jokowi saat bertemu dengan mahasiswa Indonesia asal Papua di Kota Wellington.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Wellington, Selandia Baru telah berlangsung seminggu lalu. Namun, masih banyak yang bertanya apa saja yang diperbincangkan Presiden dengan para mahasiswa asal Papua ketika acara jalan kaki bersama.

Interaksi Presiden dengan mahasiswa tersebut, Duta Besar Indonesia untuk Selandia Tantowi Yahya, mengungkapkan pertemuan Presiden tersebut menjadi menarik karena belum pernah terjadi sebelumnya.

Pagi yang cerah di Wellington saat Presiden dan Ibu Iriana mengajak jalan kaki bersama para mahasiswa Indonesia yang ada di Wellington. Hadir 40 orang termasuk 18 mahasiswa asal Papua yang sedang menuntut ilmu disini jalan santai menikmati keindahan teluk Wellington sembari berbincang tentang berbagai hal.

"Di tengah perjalanan Presiden memilih untuk berhenti dan duduk santai sejenak. 18 mahasiswa Papua duduk mengelilingi Presiden dan ibu negara. Mahasiswa dari daerah-daerah lain duduk diantara saudara-saudara mereka dari timur tersebut. Perbincanganpun berlangsung dalam suasana santai, akrab dan penuh canda tawa," cerita Tantowi.

Presiden memosisikan dirinya lebih sebagai kakak atau ayah dibanding sebagai kepala negara. Presiden memulai perbincangan dengan mengatakan bahwa Indonesia itu negara besar dengan beragam suku, tradisi dan kekayaan. "Kepada mereka, Presiden berpesan untuk belajar dengan baik dalam rangka membangun negara ketika kelak kembali," ujarnya.

Di Selandia Baru setiap tahunnya ada sekitar 150 pelajar dan mahasiswa asal Papua yang melanjutkan studinya di berbagai sekolah dan perguruan tinggi di berbagai kota. Mereka adalah penerima beasiswa dari pemerintah Provinsi. Mereka selalu dilibatkan dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh KBRI.

Dalam upacara peringatan HUT ke 72 Kemerdekaan RI tahun lalu, 3 dari 4 petugas upacara adalah mahasiswa dari Papua.

Dubes Tantowi Yahya bercerita lagi. Dalam pertemuan itu, Presiden mempersilakan para mahasiswa untuk bertanya, beberapa dari mereka memanfaatkan momen langka tersebut secara antusias. Marvey Ajoomi yang berasal dari Jayapura dan saat ini mengajar di International Pacific University (IPU) di Palmerston North bertanya tentang masa depan para mahasiswa setelah menyelesaikan kuliahnya dan kembali ke Papua.

Presiden menyampaikan bahwa mereka bisa bekerja baik di BUMN, kantor-kantor pemerintah maupun swasta. Jangan pernah ragu mengenai hal itu. Duta Besar Tantowi Yahya dalam kesempatan ini menambahkan sekaligus menginformasikan kepada Presiden bahwa KBRI Wellington menjalin kerjasama dengan berbagai pihak di tanah air dalam rangka penyaluran ke tempat-tempat kerja.

Dengan pihak Garuda Indonesia, dipastikan sudah ada kesepakatan untuk menerima dua puteri Papua lulusan sekolah penerbangan di Nelson untuk menjadi pilot maskapai penerbangan nasional tersebut.

"Dengan lembaga penyiaran, saat ini 4 lembaga penyiaran swasta di Indonesia tengah menantikan putra-putri terbaik Papua untuk diterima sebagai pembaca berita, pembawa acara dan reporter di stasiun televisi mereka. Anak-anak Papua bisa kerja dimana saja," ujarnya.

Seorang mahasiswa kemudian bertanya, mengapa Raja Ampat dan objek-objek wisata di Papua tidak dipromosikan secara besar-besaran dan on line seperti Bali dan Lombok. D alam pertemuan itu, Presiden merespon, Pemerintah sengaja tidak melakukan itu agar sektor wisata di Papua tetap alami, terjaga keasliannya dan terhindar dari kerusakan lingkungan seperti batu karang, tumbuhan laut dan lain sebagainya.

"Pemerintah tidak menginginkan terjadinya eksploitasi berlebihan. Pembicaraan tentang pariwisata dan konektivitas menjadi semakin menarik ketika ada yang bertanya tentang kapan adanya penerbangan langsung dari Auckland, Sydney ke Jayapura atau Biak. Presiden mengatakan bahwa hal itu sedang direncanakan tapi jalurnya ke Biak, bukan Jayapura," ungkap Dubes Tantowi seraya menirukan pernyataan Presiden.

Yang juga menjadi bahasan dalam pertemuan adalah mengenai Freport. Isu yang tentu saja tidak terlewatkan dalam obrolan santai ini. Seorang mahasiswa bertanya kapan akan disahkannya pembagian hasil pendapatan dari Freeport.

Presiden yang sudah 7 kali berkunjung ke Papua ini mengatakan pengesahannya direncanakan bulan depan. Dar i hasil 51 persen, 10 persen akan diberikan kepada Pemprov Papua. Jalan santaipun berlanjut.

Editor: Rachmat Hidayat Ikuti kami di Kaya dan Bergelimangan Harta, Siapa Sangka Rumah Penyanyi Dangdut Ini Kondisinya Memprihatinkan Sumber: Google News | Berita 24 Papua

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »