www.AlvinAdam.com

Berita 24 Papua

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Rainbow Warrior bantu suarakan pelestarian alam Indonesia

Posted by On 04.11

Rainbow Warrior bantu suarakan pelestarian alam Indonesia

Kapal Greenpeace Rainbow Warrior yang dinakhodai oleh Kapten Hettie Geenen tiba di Pelabuhan Pelindo, Manokwari, Papua Barat, Senin, (12/3). Setelah berlayar selama enam hari dari Takoban, Filipina, Rainbow Warrior akan menjelajahi lautan Indonesia dengan menjadikan Bumi Cendrawasih sebagai pintu masuk utamanya.
Kapal Greenpeace Rainbow Warrior yang dinakhodai oleh Kapten Hettie Geenen tiba di Pelabuhan Pelindo, Manokwari, Papua Barat, Senin, (12/3). Setelah berlayar selama enam hari dari Takoban, Filipina, Rainbow Warrior akan menjelajahi lautan Indonesia dengan menjadikan Bumi Cendrawasih sebagai pintu masuk utamanya. | Monalisa /Antara Foto

Rainbow Warrior, kapal p enjelajah milik Greenpeace--organisasi nirlaba yang bergerak memperjuangkan dan mendorong pelestarian lingkungan hidup--berlabuh di Pelabuhan Pelindo, Manokwari, Papua Barat, Senin (12/3/2018). Ini menjadi kali ketiga kapal tersebut masuk ke perairan Papua setelah pada 2006 dan 2013.

Kapal layar yang dinakhodai oleh Hettie Geenen dengan 19 awak dari berbagai negara tersebut akan menjalani tur yang bertema "Jelajah Harmoni Nusantara". Tujuannya, untuk menggali inspirasi dan mengajak masyarakat untuk menyelamatkan lingkungan dan mengembalikan keseimbangan alam Nusantara.

"Kami akan menyuarakan soal perubahan iklim, dilihat dari sisi pencegahan, mitigasi, dan dampaknya terhadap lingkungan hidup," kata Leonard Simanjuntak, Kepala Greenpeace Indonesia, dalam wawancara via telepon, Senin (12/3) malam.

"Juga people power (kekuatan masyarakat). Ada banyak upaya yang bisa dilakukan komunitas untuk berkontribusi pada pemanasan global dan perubahan ik lim. Kami berupaya menginisiasi upaya tersebut di Indonesia."

Papua menjadi tempat pertama yang dikunjungi Rainbow Warriors karena Greenpeace melihat hutan di kawasan paling timur Indonesia ini adalah yang paling luas di Tanah Air saat ini.

Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di atas, luas tutupan hutan di Papua relatif tak berubah di angka 34,1 juta hektare pada periode 2009-2014. Sementara pada periode yang sama, luas hutan di seluruh Indonesia berkurang 1.913.878 ha menjadi 96.404.253 ha.

Semakin maraknya penebangan hutan untuk industri, terutama kelapa sawit, menurut Leonard, pada akhirnya bisa mengancam kelestarian hutan di Papua.

"Salah satu cara menjaga kelestarian tersebut adalah dengan mengembalikan pengelolaan hutan kepada masyarakat adat yang punya kebijaksanaan untuk memanfaatkan hutan namun tetap lestari dan berkelanjutan," jelasnya.

Pemerintahan Presiden Joko "Jokowi" Widodo, melalui KL HK, memiliki program yang disebut Perhutanan Sosial, dengan target mencapai 12,7 hektare.

Program ini membuka peluang bagi masyarakat untuk mengelola hutan di sekitar tempat tinggal mereka dengan berbagai macam skema, termasuk hutan tanaman rakyat, hutan kemitraan, hutan kemasyarakatan, hutan adat, dan hutan desa.

Greenpeace Indonesia telah mendampingi masyarakat Kampung Manggroholo dan Sira, yang diduduki penduduk asli Knasaimos, di Kabupaten Sorong Selatan, Papua, memperjuangkan hutan mereka dari ancaman korporasi sejak 2008 dan kini mereka mendapatkan izin pengelolaan Hutan Desa seluas 3.545 ha.

Bersama Rainbow Warrior, Greenpeace ingin mengabarkan kisah sukses tersebut kepada masyarakat adat lain di Papua sehingga mereka akan lebih bersemangat untuk berjuang menjaga kelestarian hutan di tempat mereka.

"Pengelolaan hutan berbasis masyarakat ini agar segera diterapkan pemerintah di seluruh wilayah Papua, karena masyarakat adat mampu berperan sebagai g arda pelindung terdepan dari perusakan hutan Papua," ujar Charles Tawaru, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia.

Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan KLHK, Bambang Supriyanto, menyambut baik kedatangan Rainbow Warrior di Manokwari dan mendukung terus disuarakannya gerakan pelestarian lingkungan hidup di Indonesia.

"Untuk menyelamatkan hutan dan mempertahankan lingkungan di Indonesia dibutuhkan gerakan publik. Dan hari ini Greenpeace ... membantu menyuarakan gerakan publik ke seluruh dunia dengan Rainbow Warrior," kata Bambang, dikutip Antaranews.

Kapten Hettie Geenen dan kru kapal Rainbow Warrior berdansa bersama penari Papua dalam upacara penyambutan kedatangan kapal milik Greenpeace tersebut di Pelabuhan Manokwari, Papua Barat (12/3/2018).
Kapten Hettie Geenen dan kru kapal Rainbow Warrior berdansa bersama penari Papua dalam upacara penyambutan kedatangan kapal milik Greenpeace tersebut di Pelabuhan Manokwari, Papua Barat (12/3/2018). | Jurnasyanto Sukarno /Greenpeace

Setelah Papua, pada 18 Maret Rainbow Warrior dijadwalkan berangkat menuju Bali. Di Pulau Dewata ini mereka akan membantu masyarakat Celukan Bawang untuk menggugat rencana Pemerintah Provinsi Bali memperluas Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara di bagian utara Bali tersebut.

"Listrik di Bali itu sudah overcapacity. Jadi, untuk apa membangun PLTU berbahan batu bara, bahan paling kotor yang akan mencemari udara?" kata Leonard.

Mengutip Tribunnews, PLN Distribusi Bali saat ini memiliki kemampuan daya pasok listrik sebesar 1.274 MW. Sementara, kebutuhan daya listrik di seluruh pulau tersebut pada kondisi paling ramai, baik oleh rumah tang ga maupun industri, hanya mencapai 778 MW.

Greenpeace Indonesia menyarankan, kalaupun Pemprov Bali ingin menambah daya listrik, sebaiknya dilakukan dengan memanfaatkan teknologi yang lebih ramah lingkungan seperti pembangkit bertenaga angin atau surya.

Selain soal PLTU Celukan Bawang, kedatangan Rainbow Warrior juga akan mengampanyekan pengurangan penggunaan sampah plastik yang saat ini kerap mencemari pantai-pantai. Padahal pantai-pantai tersebut adalah keindahan utama yang menarik wisatawan dan menggerakkan roda perekonomian di pulau tersebut.

Usai mampir di Pulau Dewata, pada 16 April kapal Rainbow Warrior akan angkat sauh menuju Jakarta.

Leonard memaparkan, di ibu kota mereka akan berdiskusi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta soal pemilihan sumber energi yang tepat guna memberi tenaga pada kota tersebut. Penggunaan energi alternatif di rumah dan gedung perkantoran akan menjadi kampanye utama mereka.

"Ketika masih berkampanye dalam Pilgub (p emilihan gubernur) Jakarta, Anies Baswedan mengunjungi Greenpeace Indonesia dan kami berdiskusi banyak mengenai penggunaan sumber energi alternatif yang paling baik dan efisien di Jakarta," tutur Leonard.

Kini Anies sudah menjadi orang no. 1 di Pemprov DKI dan Greenpeace Indonesia akan mengingatkan kembali soal energi alternatif tersebut.

"Kalau penggunaannya bisa dimulai dari kantor-kantor milik Pemprov Jakarta, itu akan menjadi kampanye yang bagus untuk mendorong masyarakat melakukan hal yang sama. Selain itu, karena Jakarta adalah ibu kota negara, kemungkinan besar daerah-daerah lain juga akan mengikuti," kata Leonard.

Greenpeace Indonesia memahami masih butuh waktu panjang untuk mewujudkan hal tersebut, namun political will pemerintah akan membantu untuk mempercepat penggunaan energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan tersebut.

Setelah Jakarta, Rainbow Warrior akan singgah sebentar ke Kepulauan Karimun Jawa, Jawa Tengan, lalu pada 9 Mei meneruskan perjalanan menuju Songkhla, Thailand. Setelah Thailand, mereka juga akan mengunjungi Singapura dan Malaysia.

Sumber: Google News | Berita 24 Papua

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »