www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Pemkab Jayawijaya: pelajar loyo karena tidak sarapan

Posted by On 20.43

Pemkab Jayawijaya: pelajar loyo karena tidak sarapan

Pemkab Jayawijaya: pelajar loyo karena tidak sarapan

id Pemkab Jayawijaya: pelajar loyo karena tidak sarapan,Papua, sekolah

Pelajar di pegunungan Papua. (Foto: Pendam XVII/Cenderawasih)

Data yang kita peroleh dari WVI maupun informasi dari para guru bahwa kebanyakan anak-anak menuju sekolah tanpa makan dari rumah, sehingga ketika pukul 10.00 atau 11.00 WIT mereka sudah mulai lemas/loyo dan fokus terhadap pelajaran mulai berkurang Wamena (Antaranews Papua) - Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Papua, menyatakan berdasarkan hasil supervisi ke sejumlah sekolah, terungkap bahwa banyak pelajar loyo dan kurang fokus mengikuti pelajaran pada pukul 10.00 WIT ke atas karena tidak sarapan pagi.
Staf Ahli Bupati Jayawijaya Paulus Sarira di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Sabtu, mengatakan paling banyak pelajar yang loyo itu di tingkat SD hingga SMP.
"Berapa anak yang setiap pagi tidak makan lalu pergi ke sekolah belum didata. Tetapi data yang kita peroleh dari WVI maupun informasi dari para guru bahwa kebanyakan anak-anak menuju sekolah tanpa makan dari rumah, sehingga ketika pukul 10.00 atau 11.00 WIT mereka sudah mulai lemas/loyo dan fokus terhadap pelajaran mulai berkurang," katanya.
Disebutkan salah satu faktor penyebab anak-anak tidak sarapan yakni karena orang tua mereka umumnya bekerja sebagai petani, meski sebagian sudah tidak rutin lagi mengelola lahan pertanian yang selama ini menjadi sumber penghasil komoditas lokal untuk pemenuhan kebutuhan hidup mereka.
Untuk mengatasi pe rsoalan tersebut, sejak dua tahun terakhir Pemkab Jayawijaya rutin melaksanakan program penyediaan makanan tambahan anak sekolah (PMT-AS).
"Sebenarnya dalam konteks pemberian makanan tambahan, itu harus membantu anak-anak. Cuma karena keterbatasan dana, ya mungkin tidak setiap hari harus kita lakukan di sekolah-sekolah," kata Paulus.
Sedangkan berkurangnya minat petani untuk berkembun, menurut dia, memang menjadi tantangan pemerintah yang perlu disikapi antara lain melalui pemberian pendampingan agar warga terus mengelolah lahan-lahan pertanian yang ada.
"Sekarang ini kebun-kebun sudah berkurang dan ini menjadi tantangan kita. Kami melihat banyak lahan tidur. Bahkan ada keluarga-keluarga yang sudah membeli bahan makanan dari pasar, bukan lagi mengambil dari kebun tetapi mereka sudah membeli, berarti ketersediaan kebun ubi jalar itu berkurang," katanya. (*) Pewarta : Marius Frisson Yewun
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2018 CetakSumber: Antara Papua Daerah

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »