www.AlvinAdam.com

Berita 24 Papua

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Mengapa ada wartawan yang menuduh Presiden Jokowi tak hormati PM Jacinda Ardern?

Posted by On 15.20

Mengapa ada wartawan yang menuduh Presiden Jokowi tak hormati PM Jacinda Ardern?

]]> Mengapa ada wartawan yang menuduh Presiden Jokowi tak hormati PM Jacinda Ardern?

Jokowi ArdenHak atas foto Getty Images
Image caption Presiden Joko Widodo dan PM Jacinda Arden yang sedang hamil.

Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Selandia Baru sudah berlangsung 18-19 Maret lalu. Namun perbincangan baru muncul setelah seorang redaktur media di negara itu menyatakan Jokowi tak menghormati PM mereka, Jacinda Arden--tudingan yang langsung dibantah Indonesia.

Bara diletupkan di surat kabar NZ Herald, Minggu (25/3) kemarin, oleh redaktur politik mereka Audrey Young.

Young menulis artikel berjudul Visiting leaders show disrespect by failing to share platform with Jacinda Ardern atau sikap tak hormat pemimpin (asing) yang tak mau tampil sepangung dengan Jacinda Ardern.

Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya, membantah tudingan itu mentah-mentah.

  • Presiden Jokowi: ‘Ide bagus’ Australia bergabung dengan ASEAN
  • Lawatan Jokowi ke Asia Selatan: Indonesia bisa jadi tempat perwakilan Taliban?
  • Bagaimana PM perempuan muda ini di hadapan para lelaki senior pemimpin dunia

"Dalam persiapan kunjungan, Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan membicarakan rencana jumpa pers bersama (Jokowi) dengan PM Jacinda Ardern, namun pihak Indonesia menolak," tulis Audrey Young.

"Ardern akan terlalu diplomatis untuk menyebutnya sebagai penghinaan, tapi (penolakan) itu memang merupakan (penghinaan)," kata Young.

Tantowi menyangkal seluruh konten tulisan Young. Ia berkata, Young tidak mengkonfirmasi alasan di balik ketiadaan jumpa pers itu kepada KBRI maupun Kementerian Luar Negeri Selandia Baru.

"Yang benar adalah keputusan untuk tidak membuat keterangan Pers adalah usulan dari Kementrian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru yang kemudian diadopsi menjadi keputusan bersama," kata Tantowi kepada Abraham Utama dari BBC Indonesia.

"Tulisan itu asumsinya sendiri, tanpa konfirmasi. Di a seharusnya berupaya mencari tahu mengapa tidak ada konferensi pers setelah pertemuan itu."

Tantowi mengatakan, pertemuan Jokowi dan Ardern akan disarikan dalam pernyataan bersama yang akan dimuat di situs resmi kedua negara.

Namun Tantowi tak mengetahui hal yang mendorong Kemlu Selandia Baru meniadakan jumpa pers. "Itu adalah keputusan mereka dan sebagai tamu kami menghargai itu," ujarnya.

Hak atas foto MARTY MELVILLE/AFP/Getty Images
Image caption Sejumlah orang menggelar demonstrasi pro kemerdekaan papua di luar gedung parlemen di ibuota Wellington, saat kunjungan Jokowi ke Selandia Baru.

Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Selandia Baru itu dilakukan untuk merayakan 6 0 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Selandia Baru.

Kedatangan Jokowi itu merupakan kunjungan kenegaraan pertama presiden Indonesia ke Selandia Baru setelah Susilo Bambang Yudhoyono melakukannya 13 tahun lalu.

Jokowi bersama Ibu Negara, Iriana, bersama rombongan seperti Menko Polhukam Wiranto mengunjungi Wellington, ibu kota Selandia baru, usai menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Australia di Sydney.

  • Krisis Rohingya, mengapa ASEAN tidak mampu berperan?
  • Ditangkap 'sewenang-wenang', anak-anak NTT tuntut ganti rugi kepada pemerintah Australia
  • Indonesia dan Australia bentuk mekanisme tangani pengungsi

Dalam tulisannya, Audrey Young melontarkan kecurigaan, bahwa jumpa pers bersama tidak dilakukan, untuk menghindari munculnya pertanyaan wartawan tentang masalah yang sensitif bagi Indonesia, yaitu Papua.

Menurut Young, seorang presiden harus memiliki kecakapan untuk menghadapi pertanyaan-pertanyaan suli t seperti itu.

Young mencontohkan, Gus Dur pernah mendapatkan pertanyaan sulit tentang tewasnya prajurit Selandia Baru bernama Leonard Manning di perbatasan Timor Leste-Timor Barat.

Saat mengunjungi Selandia Baru kala itu, kata Young, Gus Dur mengejutkan hadirin karena menjawab dengan pemaparan korupsi di sistem peradilan Indonesia.

Hak atas foto Biro Pers Kepresidenan
Image caption Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana berbincang bersama sejumlah mahasiswa Indonesia di Selandia Baru.

Ketika Jokowi berkunjung ke Wellington, sejumlah orang, yang disebut Tantowi sebagai pendukung kelompok separatis Papua, berunjuk rasa di halaman parlemen Selandia Baru.

Jokowi tidak bertatap muka de ngan para pedemo itu, namun ia bertemu dengan puluhan mahasiswa Indonesia di Selandia Baru, termasuk yang berasal dari Papua.

"Presiden tidak menghindari pembicaraan soal Papua. Kepada salah satu mahasiswa Papua yang bertanya kepadanya, Jokowi memaparkan alasannya kerap mengunjungi Papua," kata Tantowi.

Sumber: Google News | Berita 24 Papua

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »