www.AlvinAdam.com

Berita 24 Papua

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Menkeu siapkan "punishment" lembaga/kementerian revisi DIPA

Posted by On 02.14

Menkeu siapkan "punishment" lembaga/kementerian revisi DIPA

Menkeu siapkan "punishment" lembaga/kementerian revisi DIPA

id Menkeu siapkan punishment lembaga/kementerian revisi DIPA

Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) dan Menkeu Sri Mulyani (tengah) menyampaikan arahan saat Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2018 serta penganugerahan Dana Rakca tahun 2018, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/12). Presiden meminta kepada seluruh kementerian/lembaga dan kepala daera h untuk melakukan efesiensi dan tidak memperbesar belanja operasional, termasuk belanja pegawai, perjalanan dinas, honor dan kegiatan, serta rapat-rapat. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Selain saya berikan prestasi, tahun depan saya akan melakukan 'punishment' karena yang melakukan revisi sangat sering Jakarta (Antaranews Papua) - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyiapkan "punishment" kepada kementerian/lembaga yang sering melakukan revisi daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) agar kualitas perencanaan anggaran lebih optimal.
"Selain saya berikan prestasi, tahun depan saya akan melakukan 'punishment' karena yang melakukan revisi sangat sering," kata Sri Mulyani dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pelaksanaan Anggaran 2018 di Jakarta, Rabu.
Sri Mulyani mengatakan bentuk hukuman yang diberikan kepada kementerian/lembaga dapat berupa pengurangan pagu agar anggaran yang diberikan dapat terserap se penuhnya dan sepenuhnya efektif untuk melayani masyarakat.
"Tahun depan tidak usah dikasih anggaran. Fair kan? Kalau anda tidak bisa merencanakan anggaran, kenapa saya harus kasih anggaran? bener nggak? Jadi ini keputusan ya," ujar mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.
Sri Mulyani menjelaskan saat ini terdapat 52.400 revisi DIPA, padahal jumlah satuan kerja mencapai 26.000, yang berarti hampir seluruh satuan kerja melakukan revisi DIPA tiap tahun karena kurang matangnya perencanaan terhadap anggaran.
"Itu artinya, narasinya adalah, waktu anda membuat perencanaan anggaran, yang penting saya buat anggaran dulu, nanti tinggal dipikirkan buat apa. Jelek sekali kelakuan dan kebiasaan itu. Itu berarti kita tidak menghormati uang yang kita kumpulkan dari rakyat," katanya.
Ia mengharapkan pelaksanaan belanja dalam APBN dapat lebih optimal dan tidak ada lagi dana yang menganggur karena setiap sen uang pajak yang dikumpulkan harus memberikan dampak yang positif terhadap kinerja pembangunan.
"Akan lebih baik, apabila masyarakat merasakan dampak positif dari keuangan negara. Kalau perasaan ini tidak ada dalam hati dan pikiran ibu bapak sekalian, APBN bisa bertambah terus, tapi dampak buat ekonomi dan masyarakat tetap stagnan," tegas Sri Mulyani.
Untuk itu, agar tidak mendapatkan "punishment", Sri Mulyani meminta kementerian/lembaga membuat desain perencanaan program yang lebih tepat sasaran dengan menjunjung tinggi transparansi maupun akuntabilitas agar masyarakat bisa mendapatkan manfaat.
"Kita harus kerja keras merencanakan dengan baik dan membuat desain program secara benar sehingga anda tahu betul kalau dapat Rp10 miliar, Rp100 miliar, Rp1 triliun dan Rp100 triliun, itu untuk program prioritas pembangunan dan bisa dieksekusi," katanya.
Pelaksanaan Rakornas Pelaksanaan Anggaran Tahun 2018 ini merupakan bentuk kerja sama antara Direktorat Jenderal Perbendaharaan dengan seluruh kementer ian/lembaga untuk mewujudkan kinerja pelaksanaan anggaran yang lebih baik.
Pelaksanaan acara ini juga bertujuan untuk mendorong kualitas kemampuan kementerian/lembaga agar mampu mengeksekusi belanja kementerian/lembaga yang diproyeksikan dalam APBN 2018 sebesar Rp847,4 triliun.
Dengan pelaksanaan anggaran yang lebih efisien, efektif dan akuntabel tersebut, pencapaian program prioritas pemerintah dapat menjadi stimulus bagi perekonomian nasional dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (*)
Pewarta : Satyagraha
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2018 CetakSumber: Antara Papua Ekonomi

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »