www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Hebat! Indonesia Mengajar dan Wanadri Gelar Festival dan Ekspedisi di Papua

Posted by On 19.12

Hebat! Indonesia Mengajar dan Wanadri Gelar Festival dan Ekspedisi di Papua

SPORTOURISM â€" Indonesia Mengajar dan Wanadri mengagendakan Festival Puncak Papua (FPP) pada bulan April-Mei 2018. Kegiatan yang diinisasi oleh dua organisasi besar tersebut bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan, kesehatan, hingga menginisaisi kegiatan penjelajahan di Pegunungan Bintang, Papua.

“Indonesia Mengajar dan Wanadri telah memiliki rekam jejak yang kuat di Papua. Indonesia mengajar dengan Pengajar Mudanya yang tersebar di 6 Desa dan Wanadri dengan Eskpedisinya pada tahun 1992” ujar Dzaki Tirta, Ketua Umum Festival Puncak Papua, Senin (19/2).

Indonesia Mengajar dan WANADRI sama-sama memiliki pengalaman bekerja di Pegunungan Bintang. Indonesia mengajar telah mengirimkan 3 angkatan Pengajar Muda di kabupaten Pegunungan Bintang. Sedangkan Wanadri adalah organisasi pencinta alam yang berhasil mengirimkan tim ekspedisi dari Indonesia yang pertama mencapai puncak Gunung Mandala.

Festival Puncak Papua menjadi wadah bagi masyarakat Indonesia yang memiliki semangat pendidikan untuk memajukan pendidikan dan ingin pergi bertualang di tanah timur Indonesia Papua. Festival ini juga membuka akses untuk pendidikan dan pariwisata di pegunungan Bintang Papua.

Dari segi masyarakat lokal, terutama anak-anak, semakin terinspirasi dan semangat belajar untuk meraih cita-cita karena bertemu dengan banyak petualang dari berbagai macam latar profesi. Festival yang diadakan di wilayah Kabupaten Bintang, Papua ini akan dimulai dengan live in di tujuh desa, pagelaran seni dan budaya, hingga ekspedisi pendakian Puncak Mandala (4.760 mdpl) dan Puncak Yamin (4.500 mdpl).

“Sebagai implementasi dari tema kegiatan FPP, Kami juga akan melakukan kegiatan live in dengan fokus pelatihan guru, peningkatan mutu kesehatan, hingga pendataan lingkungan dan sosio-antropologi. Di samping itu akan dilakukan pelatihan seputar budi daya apotek hidup, manajemen keuangan desa hingga pendokumentasian dari seluruh kegiatan,” ungkap Dzaki.

Nantinya, ekspedisi Puncak Mandala dan Yamin akan dilakukan secara bersamaan, yang membedakan adalah Ekspedi Puncak Yamin akan menjadi ekspedisi perintisan jalur pertama menuju Puncak Yamin dan menghabiskan waktu 16 hari untuk 1 gunung ini sendiri.

Selain itu,ekspedisi ini juga membawa semangat nasionalis untuk mengukuhkan nama Puncak Yamin yang diambil dari nama Pahlawan M. Yamin, yang mana di luar Indonesia kebanyakan orang mengenal puncak ini dengan nama ‘Prins Henrik Top.

“Semoga apa yang kami lakukan bisa menginisiasi pemuda-pemudi Indonesia untuk terus berkontribusi kepada Indonesia terlebih pada upaya peningkatan mutu pendidikan, kesehatan dan penjelajahan alam,” imbuh Dzaki.

Sumber: Google News | Berita 24 Papua

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »