www.AlvinAdam.com

Berita 24 Papua

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

no image

Posted by On 09.03

Hadapi Persipura, Pemain Persija asal Papua Termotivasi

Bola.com, Jakarta - Persija Jakarta akan menghadapi Persipura Jayapura pada laga pekan ke-10 Gojek Liga 1 bersama Bukalapak di Stadion Pakansari, Cibinong, Jumat (25/5/2018). Laga tersebut akan menjadi kesempatan bagus untuk pemain-pemain asal Papua di Persija menghadapi saudara-saudara mereka yang memperkuat Persipura.

Namun, pelatih Persija, Stefano Cugurra Teco, membutuhkan bukti kesiapan para pemain tersebut untuk tampil di laga kontra Persipura.

Persija memiliki tiga pemain yang berasal dari Papua, yaitu Yan Pieter Nasadit, Septinus Alua, dan Marko Kabiay. Ketiga pemain ini sudah mendapatkan kesempatan dari Stefano Cugurra Teco dalam sejumlah pertandingan meski tidak reguler bermain di setiap laga.

  • Pelatih Persija Yakin Timnas Brasil Cemerlang di Piala Dunia 2018
  • Persija Lupakan Kekalahan di Lamongan dan Fokus Mengantisipasi Persipura
  • Persija 4 Kali Kalah Beruntun, Konsentrasi Pemain Jadi Sorotan

Laga kontra Persipura menjadi momen yang bagus bagi ketiga pemain untuk bisa tampil bersama Persija. Apalagi laga itu akan mempertemukan mereka dengan pemain-pemain dari Papua.

Namun, Stefano Cugurra Teco tak ingin memainkan para pemain tersebut hanya karena faktor kedekatan. Pelatih asal Brasil itu menginginkan para pemain memperlihatkan kesiapan untuk bertanding saat latihan.

"Kami harus memikirkan lebih dulu apakah para pemain dari Papua akan bermain atau tidak dalam pertandingan ini. Ini bukan masalah mereka dari Papua atau bukan, tapi kami harus memprioritaskan kesiapan tim menghadapi Persipura," ujar Stefano Cugurra Teco.

Stefano Teco juga mengakui semangat yang diperlihatkan para pemain asal Papua untuk bisa bermain di laga kontra Persipura. Satu di antaranya Yan Pieter Nasadit, pemain yang pernah memperkuat Persipura sebelum bergabung denga n Persija.

"Dia punya motivasi untuk bermain. Saya bisa melihat hal tersebut dari latihan yang dijalaninya," ujar pelatih berusia 43 tahun itu.

Sumber: Google News | Berita 24 Papua

no image

Posted by On 10.28

Pengibaran Bendera Israel di Papua, Menodai Perjuangan Diplomatik Indonesia

JAKARTA, MEDIAJAKARTA.COM- Wakil Ketua Badan Kerjasama Antarparlemen (BKSAP) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Rofi’ Munawar meminta pihak keamanan dan Pemerintah tegas dalam menindak pelaku Aksi pawai komunitas Sion Kids of Papua yang mengibarkan bendera Israel karena melanggar aturan. Dirinya memaparkan ada dua alasan prinsip, internalitas dan eksternalitas.

“Jika diperhatikan apa yang mereka lakukan sejatinya bukan sebuah peristiwa budaya dan agama, namun justru bentuk pengakuan eksistensi dan pengkultusan bendera Israel dari bangsa yahudi. Ironisnya dalam kegiatan tersebut tidak ada satupun bendera Indonesia. Bukti bahwa mereka melanggar konstitusi.” kata Rofi Munawar dalam keterangan persnya yang diterima Mediajakarta.com di Jakarta (22/5/2018).

Secara internal Indonesia memiliki tata aturan dalam penggunaan bendera asing yang secara nyata telah dilanggar oleh komunitas Sion Kids. Selain itu, Pemerintah Indonesia juga tidak pernah memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Adapun secara eksternal, Indonesia selama ini dalam berbagai kebijakan negara dan sikap resmi senantiasa berkomitmen dalam mendukung kemerdekaan Palestina sebagai bagian dari misi Diplomatik nasional.

“Apa yang terjadi di papua sungguh telah melukai perasaan kita semua yang selama ini memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Aparat keamanan sudah sepantasnya bertindak preventif dan sensitif dalam menyikapi situasi ini.” tegas Rofi.

Legislator asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menambahkan, penggunaan bendera asing diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 Tahun 1958 tentang Penggunaan Bendera Kebangsaan Asing. Bunyi Pasal 3 ayat (1) Apabila bendera kebangsaan asing digunakan, maka bendera itu harus digunakan bersama-sama dengan bendera kebangsaan Indonesia.

Selain itu, di pasal 6 disebutkan Kepala Daerah dapat melarang penggunaan bendera kebangsaan asing, apabila menurut pertimbangannya penggunaan itu dapat menyebabkan timbulnya gangguan ketertiban dan keamanan umum.

Rofi’ menilai kegiatan sion kids jika dicermati ternyata sudah sering dilakukan dan bukan pertama kali. Selain menggunakan bendera Israel, komunitas itu juga lakukan kegiatan yang membangga-banggakan bangsa Israel. Sudah sepantasnya pemerintah daerah dan Pihak keamanan tegas menindak.

“Terlebih kegiatan tersebut menurut keterangan polisi diikuti ada tokoh-tokoh dari DPR Papua dan Aparatur Sipil Negara (ASN). Harusnya mereka paham dengan aturan!” Pungkas Rofi’.

Sebagaimana diketahui, Pawai pengibaran bendera Israel dengan mobil dan jalan kaki itu berlangsung di Jayapura pada Senin 14 Mei 2018. Setidaknya ada dua video yang beredar terkait aksi pengibaran bendera Israel yang diduga dilakukan dalam acara Kebaktian Budaya Bangsa ke-12 di Gedung Olahraga (GOR) Waringin Kotaraja Jayapura. (Wan)

Te rkait

Sumber: Google News | Berita 24 Papua

thumbnail

Posted by On 10.28

Tak Temui Hambatan, Indra Sjafri Makin Cinta Duo Wonderkid Papua

Liga Indonesia Tak Temui Hambatan, Indra Sjafri Makin Cinta Duo Wonderkid Papua

  • Pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri memuji setinggi langit dua pemain asal Papua.
  • Baginya mereka tidak menemui hambatan meski baru bergabung bersama skuat Garuda Nusantara.
© INDOSPORT Indra Sjafri kembali ditugaskan untuk menangani Timnas U-19. Copyright: © INDOSPORT Indra Sjafri kembali ditugaskan untuk menangani Timnas U-19.

Timnas Indonesia U-19 memang tengah menggelar pemusatan latihan. Namun selama pemusatan latihan, Indra Sjafri selaku pelatih sepertinya memuji para pemainnya.

Sebanyak 28 pemain memang dipanggil Indra Sjafri untuk mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia. TC yang bertempat di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini meman g telah berlangsung pada 19 Mei lalu.

Baca Juga
  • Hengkangnya Iniesta Berdampak Begitu Besar pada Barcelona
  • Meninggalnya Bonek dan Jakmania Tambah Daftar Korban Jiwa di Sepakbola
  • Hasil Lengkap Piala Uber: Sapu Bersih Prancis, Indonesia ke Perempatfinal
  • Pembukaan Piala Dunia akan Dihadiri 3 Penyanyi Ternama, Siapa Saja?
Panggil Dua Pemain Persipura © Topskor Indra Sjafri kembali ditugaskan untuk menangani Timnas U-19. Copyright: © INDOSPORT Todd Rivaldo (berseraga, Persipura)

Dari 28 pemain yang dipanggil ada dua nama kejutan yang dipanggil oleh Indra. Yakni duo pemain milik Persipura Jayapura, Todd Rivaldo dan Gunansar Mandowen.

Pemanggilan keduanya pun tenyata tidak salah pilih. Sebab, meski baru bergabung bersama Timnas Indonesia U-19, keduanya sudah membuat Indra jatuh cinta.

"Mereka bagus, cepa t, dan menyatu dengan instruksi kami. Memang keduanya sempat bergabung dengan tapi tak terpilih kala itu. Jadi saya rasa adaptasi bukan masalah bagi keduanya," ucap Indra.

Terus Evaluasi © Youtube Indra Sjafri kembali ditugaskan untuk menangani Timnas U-19. Copyright: © INDOSPORT Indra Sjafri di Gdansk, Polandia

Meski begitu, pelatih asal Sumatera Barat ini juga tak ingin cepat puas. Dimana dia akan terus mengevaluasi akan kekurangan yang ada pada timnya.

"Di sesi latihan pada akan ada evaluasi. Di sana (di latihan) akan kami samapaikan apa yang menjadi evaluasi," tutur Indra.

Masuk Grup Berat © Petrus Manus Da'Yerimon/INDOSPORT.COM Indra Sjafri kembali ditugaskan untuk menangani Timnas U-19. Copyright:    © INDOSPORT Drawing Piala AFF 2018

Timnas Indonesia U-19 memang terus berbenah diri. Sebab tim berjuluk Garuda Nusantara ini akan mengarungi Piala AFF yang akan berlangsung bulan Juli mendatang.

Asosiasi Sepakbola Asia Tenggara (AFF) telah mengumumkan hasil drawing untuk Piala AFF 2018. Hasilnya Timnas Indonesia U-18 akan bersama dua tim kuat seperti Thailand dan Vietnam di Grup A.

Pembagian grup Piala AFF 2018:

Grup A: Thailand, Indonesia, Vietnam, Singapura, Laos, Filipina

Grup B: Malaysia, Myanmar, Timor-Leste, Kamboja, Brunei.

Lihat Halaman Berikutnya

Berita Terpopuler

Indosport - Impact Arena, venue Piala Thomas dan Uber 2018. Selasa, 22 Mei 2018 07:55 WIB Link Live Streaming Piala Thomas dan Ub er 2018 Hari Ketiga Indosport - Zlatan Ibrahimovic saat berduel dengan Raheem Edwards. Selasa, 22 Mei 2018 09:38 WIB Detik-detik Pukulan Keras Zlatan Ibrahimovic yang Berujung Kartu Merah Indosport - Jose Mourinho, pelatih Man United. Selasa, 22 Mei 2018 11:35 WIB Marah, Mourinho Rela Buang Pemain Idaman Fans Manchester United Indosport - Mauro Icardi bersama Inter Milan Selasa, 22 Mei 2018 03:00 WIB Terkuak, Ternyata Ini Alasan Icardi Tak Dipanggil ke Skuat Argentina Indosport - Dani Alves. Selasa, 22 Mei 2018 09:00 WIB 5 Pemain Bintang yang Batal Tampil di Piala Dunia karena Cedera Indosport - Skuat Timnas Argentina saat sesi latihan. Selasa, 22 Mei 2018 01:32 WIB Tak Panggil Top Skor Serie A, Argentina Umumkan Skuat Resmi Piala Dunia 2018 Indosport - Tunggal putra China, Lin Dan melakukan selebrasi. Selasa, 22 Mei 2018 12:35 WIB Bukan Indonesia, Lin Dan Sebut Negara Ini Favorit Juara Piala Thomas 2018 Indosport - Jakmania saat memadati pertandingan Persija Jakarta vs Home United. Selasa, 22 Mei 2018 07:11 WIB Sepakbola Indonesia Berduka, 1 Suporter Persija Meninggal Dunia Indosport - Timnas Spanyol. Selasa, 22 Mei 2018 06:20 WIB Starting XI Pemain yang Tak Dipanggil Timnas Spanyol Indosport - Seorang fans melempar terompet ke bus pemain Juventus. Selasa, 22 Mei 2018 15:48 WIB Kejadian Mustahil Dialami Pemain Juventus Saat Parade Juara Indosport - Osas Saha bersama Gede Widiade. Selasa, 22 Mei 2018 19:39 WIB Resmi, Persija Jakarta Datangkan Striker Naturalisasi Indosport - Pelatih BFC, Simon Mcmenemy sedang memberikan arahan kepada anak asuhnya. Selasa, 22 Mei 2018 09:23 WIB Arema Berganti Pelatih, Simon McMenemy: Saya Tidak Peduli! Indosport - Rizky, Jakmania yang tewas. Selasa, 22 Mei 2018 08:45 WIB Jadi Korban Kecelakaan, Begini Kronologi Satu Jakmania Meninggal di Surabaya Indosport - Marc Marquez dan Valentino Rossi. Selasa, 22 Mei 2018 10:15 WIB Marquez Terus Tatap Rossi di Konferensi Pers MotoGP Prancis 2018, Ada Apa? Indosport - Daren Fletcher (kiri), Shaqiri (tengah), dan Bojan Krkic (kanan). Selasa, 22 Mei 2018 17:08 WIB 5 Pemain Juara Liga Champions yang Harus Terdegradasi di Musim 2018/19Sumber: Google News | Berita 24 Papua

thumbnail

Posted by On 10.28

Suharto, suara dari Timur: antara 'diktator sukses' dan 'penindas kejam'

Suharto, suara dari Timur: antara 'diktator sukses' dan 'penindas kejam'

Dua puluh tahun pasca reformasi, warga Timor Leste dan Papua masih ingat apa yang dilakukan Suharto ketika berkuasaHak atas foto JOHN GIBSON/AFP/Getty Images
Image caption Dua puluh tahun pasca reformasi, warga Timor Leste dan Papua masih ingat apa yang dilakukan Suharto ketika berkuasa

Ribuan jiwa menjadi korban di Timor Leste dan Papua selama Suharto berkuasa. Kekerasan dan penindasan tak terlupakan -namun ada pula yang mengenang sisi posi tifnya, yang bukan sekadar pembangunan.

Begitu banyak yang sudah terjadi sejak dua puluh tahun lalu, ketika gelombang reformasi yang dipelopori mahasiswa dan pra pegiat demokrasi menjatuhkan Soeharto dari 32 tahun kekuasaan yang sebagian besar dijalankannya dengan tangan besi.

Menoleh ke belakang, orang memandang Soeharto dengan cara yang berbeda. Sebagian menganggapnya sebagai koruptor dan penindas yang seharusnya diadili sebelum meninggal. Namun ternyata banyak juga yang memandang Suharto dengan hormat dan menganggapnya sebagai tokoh yang berjasa.

Timor Leste dan Papua adalah dua kawasan yang akan selalu melihat Suharto dengan pandangan khusus.

  • Jose Ramos Horta: Generasi kami harus mundur dari politik sesudah pemilu ini
  • Hari-hari jelang Reformasi, 20 tahun lalu, dalam gambar dan catatan
  • Reformasi 20 tahun lalu dan sejumlah langkah mundur demokrasi Indonesia

Di Timor Leste, Suharto akan sela lu dikenang sebagai tokoh yang pada tahun 1975 mengambil keputusan untuk mengerahkan tentara Indonesia meintasi perbatasan. Dan menduduki negeri itu, menyatukannya dengan Indonesia dengan kemasan 'integrasi' melalui Deklarasi Balibo.

Pemerintah Soeharto pun menjalankan apa yang dibanggakan sebagai pembangunan besar-besaran di berbagai bidang di sana, namun sebagian dengan jalan kekerasan. Sebelum akhirnya Timor Timur merdeka melalui referedum akhir tahun 1999, dan menjadi Timor Leste.

Sementara di Papua, Suharto dikenang dengan kebijakan tangan besinya dalam memadamkan gerakan kemerdekaan.

Timor Leste: Antara pembangunan dan penindasan

Siapa nyana, ada juga orang-orang, bahkan tokoh-tokoh penting dari wilayah-wilayah itu yang melihat sisi baik Soeharto.

Misalnya Jose Ramos Horta, pemenang Nobel perdamaian dan mantan presiden Timor Leste, yang kendati menyebut bahwa Suharto adalah seorang diktator, namun menurutnya Soeharto merupakan jenis yang berbeda.

"Suharto bukan tipikal diktator lama jaman dulu seperti Salazar di Portugal atau diktator negara-negara Amerika Latin," kata Ramos Horta, yang sekarang menjabat sebagai Menteri Khusus Urusan Keamanan Nasional.

Hak atas foto Ging Ginanjar / BBC Indonesia
Image caption Jose Ramos Horta di rumahnya di Dili: banyak jatuh korban semasa pemerintahannya, tetapi Soeharto harus dilihat secara seimbang.

Menurut dia, Suharto adalah diktator yang sukses mengantarkan Indonesia menjadi negara dengan perekonomian yang menjanjikan. "Suharto lebih mirip diktator di Korea Selatan," katanya kepada Ging Ginanjar dari BBC Indonesia, dalam perbincangan di rumahnya di Dili.

Ho rta menambahkan, meski banyak jatuh korban semasa pemerintahannya, tetapi Soeharto harus dilihat secara seimbang.

Salah satu yang dicatat Ramos Horta adalah, pemerintahan Suharto mengirim begitu banyak mahasiswa untuk menimba ilmu di luar negeri. "Diktator lain tidak akan mengirim para mahasiswanya ke luar negeri," kata dia.

  • Perkosaaan Mei 1998 'tak pernah terungkap, tak pernah dituntaskan'
  • Di mana Anda ketika kerusuhan Mei 1998?
  • Tragedi Mei 1998 : Kenangan dua ibu yang kehilangan anaknya

Menurut Horta, selain gerakan demokrasi warga sipil Indonesia yang kuat yang berpuncak pada Mei 1998, berbagai faktor seperti korupsi dan kesalahan pengelolaan ekonomi seiring dengan legitimasinya yang menurun, berkombinasi menjadi faktor kejatuhan Soeharto.

"Andai saja dia bersedia mempersingkat kekuasaannya dengan mundur lebih awal, dia bisa menjadi Bapak Modernisasi Indonesia," kata Horta.

"Tapi dikt ator ya memang selalu seperti itu," tambah dia.

Di lapisan lain Timor Leste, sejumlah orang mengenang Soeharto dengan cara berbeda.

Misalnya Alexander Maya, seorang petugas di sebuah kantor di Dili, yang pernah menjadi korban kekerasan.

"Saya dipukuli dan ditendang dan dissiksa oleh milisi di Elmera waktu itu. Alasannya dikarang-karang," kata Alex.

Hak atas foto BBC INDONESIA/Ging
Image caption Alexander Maya menjadi salah satu korban kekerasan di jaman pemerintahan Suharto di Timor Timur

Ketika itu, katanya, sekelompok milisi Aitarak memasuki desanya mencari pelaku yang menabrak anak dari salah satu anggota milisi. Alex tidak tahu menahu namun dia diseret ke jalana n bersama sejumlah warga lain.

"Kata-kata mereka waktu itu 'Kalian itu pro kemerdekaan. Kalau macam-macam, kami bisa pukul kalian'," ujar Alex yang kini berusia 49 tahun, mengenang kejadian tersebut.

"Itu Pak Soeharto yang mengirim tentara dan membuat milisi-milisi ada di Timor Leste waktu itu," katanya.

Alex adalah satu dari ratusan ribu korban pendudukan Indonesia di Timor Leste di bawah Soeharto.

Hak atas foto AFP
Image caption Warga Timor Leste masih menilai Suharto sebagai diktator dan penindas

Berbagai kasus kekerasan hingga pelanggaran HAM berat terjadi di Timor Timur -saat menjadi provinsi ke 27 Indonesia 1975-1999, selama pemerintahan Suhart o.

Laporan Komisi Penerimaan, Kebenaran dan Rekonsiliasi (CAVR) mencatat terjadinya pembunuhan, penyiksaan, penghilangan paksa, pemerkosaan atau kekerasan berbasis gender, dan pemindahan paksa.

Dalam laporan CAVR disebutkan sedikitnya 102 ribu orang Timor meninggal. Dari jumlah itu, ada lebih dari 18 ribu orang yang dibunuh atau hilang, sementara 84 ribu orang meninggal akibat kelaparan dan sakit parah.

  • Kerusuhan Mei 1998: "Apa salah kami sampai (diancam) mau dibakar dan dibunuh?"
  • Kisah traumatis di balik kerusuhan Mei 1998
  • Mengapa 'merindukan' sosok Suharto?

Beberapa kasus yang dikenal luas dan menelan banyak korban antara lain penembakan di Santa Cruz, Dili pada 1991, yang membuat mata dunia terbuka. Dan kekerasan-kekerasan pasca jejak pendapat 1999 setelah para milisi mengetahui bahwa hasil referendum dimenangkan oleh pendukung kemerdekaan.

Virgilio da Silva Guterrez adalah salah satu korban lain dar i tindakan sewenang-wenang aparat keamanan. Ia ditangkap dan kemudian dipenjara karena terlibat demonstrasi di Jakarta menuntut pengusutan kasus penembakan Santa Cruz 1991.

Hak atas foto Ging Ginanjar / BBC Indonesia
Image caption Virgilio da Silva Guterrez pernah dipenjara bertahun-tahun di masa Soeharto.

Virgilio tak menyisakan keraguan sedikit pun tentang Suharto.

"Rejim Suharto yang menginvasi dan menindas kami selama 24 tahun. Bagi saya, Suharto pada saat itu adalah musuh besar kami: dialah yang menghambat kemerdekaan kami," kata Virgilio, 47 tahun.

Hal yang sama diungkapkan warga Timor Leste lainnya, Rosa Marcal. "Dia adalah penjahat, bukan orang baik. Dia mengiri m tentara banyak sekali untuk melawan rakyat Timor Leste," kata ibu berusia 64 tahun itu.

Rosa adalah seorang guru yang mengalami kekerasan tentara karena dituduh memihak Fretilin, kelompok utama gerakan kemerdekaan Timor Leste waktu itu.

Hak atas foto Ging Ginanjar / BBC Indonesia
Image caption Rosa Marcal: "Soeharto adalah penjahat, bukan orang baik. Dia mengirim tentara banyak sekali untuk melawan rakyat Timor Leste,"

Adapun Mericio Alkara, mantan aktivis mahasiswa 1998 asal Timor Leste, mengakui Soeharto berusaha melakukan pembangunan ekonomi dan infrastruktur di Timor Timur waktu itu.

"Kesuksesan kecil pada pembangunan fisik tidak bisa dibandingkan dengan kerusa kan kemanusiaan, mental, dan lain sebagainya yang diderita rakyat Timor," kata Mericio.

Bagi Mericio, berbagai kekerasan yang terjadi di Timor Leste waktu itu bagian dari kebiajakan Suharto sebagai presiden. "Dia adalah sumber persoalan yang terjadi di mana-mana," kata Mericio yang juga lulusan Universitas Indonesia ini.

Papua: Soeharto adalah momok

Papua adalah wilayah lain di Timur yang memandang Soeharto tidak dengan kenangan manis. Soeharto pertama-tama adalah pemimpin Komando Mandala dalam Operasi Trikora, sebuah operasi militer yang dilancarkan pada tahun 1962 atas perintah Presiden Soekarno pada watu itu, untuk menyatuan Papua dengan Indonesia.

Koordinator Monitoring dan Investigasi Elsham Papua, Daniel Randongkir mengatakan, salah satu peninggalan Suharto yang membekaskan horor bagi rakyat Papua adalah kekerasan selama Papua ditetapkan sebagai Daerah Operasi militer atau DOM.

"Bagi kami rakyat Papua, Suharto adalah mom ok, pemimpin yang otoriter. Kami menganggap dia sebagai penindas," kata Daniel.

Hak atas foto AFP
Image caption Hasil penyelidikan Komnas HAM menemukan beberapa pelanggaran HAM berat di Papua

Tidak ada catatan pasti berapa banyak korban persis yang jatuh di Papua saat DOM diberlaukan di Papua, yang braktis bermula sejak tentara Indonesia masuk tahun 1960an, dan dicabut pada 1998, seiring jatuhnya Soeharto.

Daniel mengaku bingung dengan banyak orang yang masih merindukan jaman kekuasaan Suharto. Menurut dia, bisa saja karena memang mereka tidak mengalami kekejaman seperti yang dialami warga Papua dan Timor Leste.

  • Tuntut penyelesaian kasus HAM, mahasiswa Papua gelar demo di depan kantor PBB
  • Orde Baru dibenci, Orde Baru dirindukan
  • Dwifungsi ABRI, azas tunggal hingga P4

Sebagaimana di Timor Leste, banyak orang di Papua yang kehilangan keluarga, karena terbunuh atau hilang, diduga oleh aparat, selama masa kekuasaan Soeharto.

Septi Meidodga, 25 tahun, adalah salah satunya.

"Paman saya Irogi Meidodga hilang sejak 1996 dan Simson Meidodga ditembak mati pada 1984," kata Septi, yang aktif di pergerakan mahasiswa Universitas Cenderawasih, Jayapura.

Hak atas foto LIVA LAZORE/AFP/Getty Images
Image caption Korban jiwa di Papua semasa rejim Suharto tak bisa dihitung secara pasti

Sejauh ini tak ada pengusutan atas dua kasus itu, da n tak ada yang bertanggung jawab. Dalam penyesalan, Septi mengatakan abhwa satu-satunya saksi yang melihat pamannya dibawa tentara adalah neneknya, yang sudah meninggal pada 2000.

Berbagai lembaga sudah mendokumentasikan berbagai kekerasan aparat di Papua ketika Suharto berkuasa. Berbagai kasus pelanggaran HAM berat juga sudah diselidiki Komisi Nasional HAM terjadi di propinsi paling timur Indonesia itu.

"Ada lebih dari 2 ribu kasus pelanggaran HAM di Papua, dengan korban jiwa diperkirakan lebih dari 3 ribu orang," kata Daniel Randongkir dari Lembaga Studi Advokasi Hak Asasi Manusia (Elsham) Papua.

Berdasarkan catatan Elsham Papua, hanya satu kasus yang sudah dibawa ke meja hijau. Sementara begitu banyak kekerasan terhadap arga oleh aparat keamanan belum jelas penyelesaiannya.

Hak atas foto ADEK BERRY/AFP/Getty Images
Image caption Sejumlah elemen pro demokrasi dan mahasiswa masih terus menuntut petanggungjawaban Suharto
Sumber: Google News | Berita 24 Papua