www.AlvinAdam.com


Berita 24 Papua

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

FPPA Mimika temukan dua pramuria positif HIV

Posted by On 02.47

FPPA Mimika temukan dua pramuria positif HIV

FPPA Mimika temukan dua pramuria positif HIV

id FPPA Mimika temukan dua pramuria positif HIV, Papua, kesehatan

Ilustrasi pekerja seks komersial (PSK). (Foto: Antara Foto/Akbar Nugroho )

Kami perkirakan jumlah WPS (Wanita Pekerja Seks) jalanan ada 50 orang, tahun lalu yang berhasil kami jangkau hanya 29 orang. Dua diantaranya positif HIV. Mereka biasa bekerja di sekitar pasar lama dan lapangan jayanti Timika (Antaranews Papua) - Forum Pemuda Peduli AIDS (FPPA) Mimika, Papua, menemukan dua orang positif HIV dari kalangan pekerja seks yang beroperas i di jalan-jalan di Kota Timika sepanjang 2017.
FPPA Mimika juga menemukan dua orang lainnya yang juga positif HIV di panti pijat dan kafe.
"Kami perkirakan jumlah WPS (Wanita Pekerja Seks) jalanan ada 50 orang, tahun lalu yang berhasil kami jangkau hanya 29 orang. Dua diantaranya positif HIV. Mereka biasa bekerja di sekitar pasar lama dan lapangan jayanti," kata Pengelola Program FPPA Mimika, Bennedick A Tulenan di Timika, Kamis.
Selain menemukan orang positif HIV, tahun lalu FPA juga menemukan tujuh orang sifilis di pekerja kafe dan dua orang sifilis dari lelaki berisiko tinggi.
Pekerja seks jalanan masuk dalam kategori WPS langsung di luar lokalisasi kilometer 10.
Sementara pekerja di panti pijat, bar dan kafe, menurut Bennedick, dikategorikan sebagai pekerja seks "freelance".
Sedangkan wanita yang menyiapkan layanan seks tanpa tempat spesifik, misalnya kos-kosan, ia kategorikan sebagai pekerja seks terselubung.
"Yang palin g sulit kami jangkau adalah pekerja seks di kos-kosan. Mereka malu dan tidak mau diketahui pekerjaannya. Sampai 2017, kami baru menjangkau sekitar 30 orang. Kami perkirakan jumlahnya jauh lebih banyak," kata Bennedick.
Apapun kategorinya, semuanya merupakan populasi kunci dalam upaya penanggulangan HIV-AIDS di Kabupaten Mimika.
Tugas Bennedick bersama rekan-rekannya di FPPA Mimika adalah memastikan para pekerja seks tersebut menjalankan pekerjaannya secara sehat.
Bukan menjustifikasikan secara moral lalu melarang menghentikan pekerjannya.
"Yang kami ingin pastikan mereka bekerja secara sehat, rutin mengikuti tes HIV dan IMS dan memakai kondom saat bekerja," ujar Bennedick.
Sampai 2017, FPPA Mimika telah menjangkau delapan bar, 25 panti pijat dan sembilan kafe di seputaran Kota Timika. Dari jumlah pekerja, Bennedick mencatat pekerja seks di luar lokalisasi kilometer 10 mencapai 300 orang dan belum seluruhnya terjangkau. (*) Pewarta : Jeremias Rahadat
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2018 CetakSumber: Antara Papua Daerah

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »