Blokade Mimika 'tak akan jadi' konflik sipil-polisi terakhir di Papua

Blokade Mimika 'tak akan jadi' konflik sipil-polisi terakhir di Papua ]]> ...

Blokade Mimika 'tak akan jadi' konflik sipil-polisi terakhir di Papua

]]> Blokade Mimika 'tak akan jadi' konflik sipil-polisi terakhir di Papua
PapuaHak atas foto AFP
Image caption Aliansi Mahasiswa Papua bebera pa kali berunjuk rasa di Jakarta menuntut pemerintah menggelar referendum di provinsi paling timur Indonesia itu.

Aliansi Mahasiswa Papua memprediksi kejadian di dua desa di Tembagapura, Mimika, yakni Banti dan Kimbely, tidak akan menjadi konflik terakhir antara kelompok proreferendum dengan personel TNI-Polri.

Frans Nawipa, perwakilan aliansi itu, menyebut kelompok pro-referendum akan terus melakukan beragam cara untuk menutut pemerintah pusat memberikan warga Papua 'hak menentukan nasib sendiri'.

"Ini tidak akan berhenti sampai Indonesia mau duduk berunding. Semua rentetan perjuangan masyarakat Papua akan dilakukan secara damai dan juga bersenjata," kata Frans di Jakarta, Selasa (14/11).

  • 'Penyanderaan' 1300 warga di Papua: Apa yang perlu Anda ketahui?
  • Dua opsi polisi untuk OPM: Tinggalkan kampung atau menyerahkan diri
  • Pemerint ah Indonesia 'tak bisa' cegah negara Pasifik angkat isu Papua di PBB

Dalam lima hari terakhir, polisi mengklaim Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) mengisolasi lebih dari 1.000 warga kampung Banti dan Kimbely.

Polda Papua menuding TPN-OPM menutup akses dari dan menuju dua kampung itu menggunakan alat berat milik PT Freeport Indonesia serta melarang para lelaki di sana ke luar desa.

"Kami tengah berupaya untuk membuka akses jalan. Selain memblokade, mereka juga merusak akses dengan membuat lubang," kata Kepala Polda Papua, Irjen Boy Rafly Amar.

Selasa pagi tadi, sekitar pukul 8.00 WIT, Polda Papua menyatakan seorang karyawan PT Freeport Indonesia terkena peluru yang ditembakkan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di mile 69, kawasan tambang di Tembagapura.

Hak atas foto DETIKCOM
Image caption Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar menyebut setidaknya 30 anggota TPN-OPM memegang senjata api selama blokade akses ke Banti dan Kimbely.

Selama ini kepolisian mengasosiasikan TPN-OPM sebagai KKB. Adapun, mile 69 yang berada di kawasan raksasa tambang Freeport berada tak jauh dari Banti dan Kimbely, dua kampung disebut polisi diisolasi TPN-OPM.

Juru bicara TPN-OPM, Hendrik Wanmang, hingga saat ini belum membalas komunikasi yang diupayakan oleh BBC Indonesia.

Namun kepada sejumlah media massa, Hendrik menyebut kepolisian menyebarkan berita bohong yang mendiskreditkan kelompoknya sebagai pembunuh dan pemerkosa warga sipil.

Menurut Frans Nawipa, kelompok proreferendum ingin pemerintah Indonesia membicarakan desakan 'penentuan nasib sendiri' di tingkat internasional.

Dalam dua tahun t erakhir, sejumlah negara di kawasan Pasifik mendorong PBB agar mengambil tindakan tertentu atas desakan beberapa kelompok proreferendum di Papua.

Namun dalam Sidang Umum PBB, para diplomat Indonesia menolak usulan itu dan sekaligus membantah tudingan pelanggaran hak asasi di dua provinsi di wilayah itu.

"Kawasan regional Pasifik sedang mendorong Indonesia mengakui kedaulatan politik. Duduk dalam meja perundingan adalah alternatif. Saya kira aksi militer di Papua belum akan berhenti," kata Frans.

Kelompok proreferendum, tambah Frans, meminta pemerintah pusat memberikan warga Papua hak menentukan nasib sendiri, seperti yang dilakukan Amerika Serikat kepada Puerto Rico, Prancis pada New Kaledonia, dan Sudan kepada Sudan Selatan.

Hak atas foto AFP
Image caption Kejadian di Mimika berdekatan dengan peringatan hari lahir OPM yang selama ini diklaim jatuh pada tanggal 1 Desember.

Di Jakarta, Wakil Presiden Jusuf Kalla berjanji akan mendahulukan dialog dengan TPN-OPM ketimbang operasi bersenjata dengan mengatakan kontak tembak antara kepolisian dengan kelompok itu berpotensi menimbulkan korban jiwa.

"Tapi kalau tidak dicapai (kesepakatan) tentu pemerintah mementingkan kepentingan rakyat yang lebih besar. Harus tegas juga untuk menyelesaikan itu, tapi sekarang harus secara persuasif supaya jangan muncul korban yang banyak," kata Kalla.

Sumber: Google News | Berita 24 Papua

COMMENTS

Tulis Artikel
Nama

Terkini,51,
ltr
item
Berita 24 Papua: Blokade Mimika 'tak akan jadi' konflik sipil-polisi terakhir di Papua
Blokade Mimika 'tak akan jadi' konflik sipil-polisi terakhir di Papua
https://ichef.bbci.co.uk/news/320/cpsprodpb/12380/production/_98742647_papua11.jpg
Berita 24 Papua
http://www.papua.berita24.com/2017/11/blokade-mimika-tak-akan-jadi-konflik.html
http://www.papua.berita24.com/
http://www.papua.berita24.com/
http://www.papua.berita24.com/2017/11/blokade-mimika-tak-akan-jadi-konflik.html
true
7309113932540018515
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy